Pentingnya Pendidikan Karakter di Tengah Perkembangan Teknologi Pada Era Globalisasi
Keluarga merupakan aspek terpenting dalam pembentukan karakter anak. Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak, keluarga mengajarkan hal dasar kehidupan untuk anak. Pendidikan karakter pada anak dapat dilakukan oleh orang tua dengan mengajarkan anak melalui perlakuan atau contoh sikap yang baik yang dapat dicontoh oleh anak, selain itu komunikasi yang baik antara orang tua dan anak merupakan salah satu aspek penting untuk membangun karakter anak.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pendidikan adalah sebuah proses ataupun tahapan dalam pengubahan sikap serta etika maupun tata laku seseorang atau kelompok dalam orang dalam meningkatkan pola pikir manusia melalui pengajaran dan pelatihan serta perbuatan yang mendidik. Hal ini berkaitan dengan tujuan bahwa arti pendidikan bukan hanya sebagai proses ataupun sistem transfer ilmu pengetahuan saja akan tetapi sebagai proses pengubahan etika, norma ataupun akhlak dari setiap peserta didik. (Agnes, 2020 : 21)
Menurut Ahmad Khoiri, dkk (2023: 85) “Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.” Pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas dari pada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah. (Akhmad Ramli, dkk (2022 : 8)
Berdasarkan pendapat yang telah dipaparkan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan memiliki arti luas, Pendidikan tidak hanya dilakukan di sekolah namun segala perjalanan dan pengalaman yang memberikan pengajaran adalah Pendidikan. Pendidikan tidak hanya mencakup proses memberikan ilmu namun di dalam Pendidikan terdapat proses untuk memperbaiki karakter, moral, etika dan akhlak manusia melalui aspek-aspek yang mendidik.
Karakter dapat didefinisikan sebagai kumpulan sifat-sifat moral dan etis yang membedakan individu satu dengan yang lain. Karakter mencakup aspek seperti kejujuran, empati, ketekunan, tanggung jawab, dan rasa keadilan. Pembentukan karakter dimulai sejak usia dini dan terus berkembang seiring waktu, dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetika dan lingkungan, termasuk pengalaman hidup ( Andi Fitriani, dkk, 2024 : 46). Menurut Kemendiknas dalam Fadilah, dkk ( 2021 : 2 ) menyatakan bahwa “karakter adalah sifat, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil perpaduan sebagai kebaikan yang diyakini dan digunakan sebagai pedoman untuk cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak”.
Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa karakter adalah tingkah laku manusia sebagai acuan untuk melakukan suatu hal. Karakter dapat mencakup berbagai hal yang diantaranya kejujuran, empati, simpati tanggung jawab, disiplin, dan lain sebagainya. Karakter dapat dikembangkan sejak usia dini dan terus-menerus berkembang seiring berjalannya waktu.
Pendidikan karakter merupakan tata cara mengajarkan anak mengenai nilai-nilai dasar kemanusiaan. Tujuannya ialah untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab secara moral dan menjadi warga negara yang disiplin. Pendidikan karakter juga dapat diartikan sebagai usaha yang disengaja untuk mengembangkan karakter yang baik berdasarkan nilai-nilai inti yang baik untuk seseorang dan kehidupannya dalam masyarakat dan baik untuk masyarakat ( Muhammad Yaumi, 2014 : 10)
Pendidikan karakter adalah kegiatan yang dilakukan dan direncanakan untuk memfasilitasi dan membantu anak agar dapat memahami norma dan etika dalam kehidupan. Pendidikan karakter merupakan upaya untuk membentuk anak menjadi pribadi yang lebih baik misalnya dapat bertanggung jawab, mengambil Keputusan dengan bijak, mampu bersosialisasi dalam Masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Aspek utama yang membentuk karakter anak adalah keluarga. Keluarga adalah sekumpulan orang yang memiliki ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang memiliki tujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, emosional, mental dan sosial dari setiap anggota keluarga. Keluarga ialah kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan, dan adopsi. (Evy Clara, dkk : 33)
Lingkungan keluarga adalah tempat pertama kali anak berinteraksi secara sosial yaitu dengan orang tua dalam kurun waktu yang paling lama, sehingga pada lingkungan keluarga pendidikan karakter sangat penting untuk ditanamkan. Keluarga adalah aspek terpenting setelahnya terdapat lingkungan Masyarakat dan sekolah.
Ibu dan ayah merupakan madrasah pertama untuk anak-anaknya yang mengajarkan berbagai macam pengetahuan dasar untuk anak yang salah satunya ialah mengajarkan mengenai pokok-pokok yang tertuang pada Pendidikan karakter. Ayah berperan penting untuk membangun karakter pada anak, adapun cara yang dapat dilakukan seorang ayah untuk membentuk karakter anak ialah dengan melakukan perlakuan baik agar dapat ditiru oleh anak, memberikan pengajaran tentang nilai kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras dan lain sebagainya. Ayah juga berperan untuk mengapresiasi dan membangun kepercayaan diri seorang anak, membangun komunikasi yang baik dengan anak, mendukung hobi anak, memberikan semangat kepada anak Ketika mengalami kegagalan dan lain sebagainya.
Selain ayah, Ibu juga memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak. Ibu adalah figur utama untuk seorang anak yang membentuk kepribadian dan sikap anak. Cara yang dilakukan oleh Ibu untuk mendidik karakter anak ialah dengan memberikan kasih sayang, memberikan dukungan emosional untuk anak, mengajarkan untuk bertoleransi dan empati, mendidik untuk saling menghargai antar sesama.
Di era globalisasi ini orang tua memiliki peran yang lebih ekstra untuk mengawasi anak-anak agar karakter baik pada anak tetap tertanam. Pada era ini, segala perkembangan terjadi begitu pesat yang salah satunya ialah perkembangan teknologi. Maraknya teknologi digital memudahkan setiap orang untuk mengakses berbagai situs yang di dalamnya mencakup berbagai macam informasi. Dengan perkembangan zaman ini tentunya menimbulkan dampak positif maupun negatif untuk kehidupan.
Dampak positif yang dirasakan dari perkembangan teknologi ialah segala sesuatu dapat dicari dan diakses dengan mudah, komunikasi ke seluruh panca negara dapat berjalan dengan lancar, namun hal ini juga dapat menimbulkan dampak negatif karena dapat membuat anak kecanduan terhadap teknologi, bermain handphone secara terus menerus sampai lupa untuk belajar, mendapatkan informasi yang seharusnya tidak Ia dapatkan di usianya, dan lain sebagainya.
Orang tua sebagai pembimbing untuk anak harus selalu mengawasi mengenai apa saja yang dilakukan oleh anak agar anak tidak kehilangan arah dan tetap berada pada jalan yang benar. Pada masa ini banyak sekali anak-anak yang terjerumus kedalam pergaulan bebas, salah satu faktornya ialah karena perkembangan teknologi ini. Perkembangan teknologi jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka dapat memberikan dampak buruk yang salah satunya ialah memudarkan akhlak dan adab pada anak-anak.
Teknologi jika diakses seorang anak tanpa pengawasan orang tua akan menyebabkan bahaya, anak dapat menonton sesuatu yang bersifat kekerasan, membaca cerita mengenai perkelahian, menonton film dewasa, menonton budaya-budaya luar negara yang menyebabkan anak tidak mencintai budaya Indonesia, lebih mencintai produk luar negara karena sering melihat produk luar negara, kurangnya adab dan akhlak karena menonton tontonan yang tidak bermutu, dan lain sebagainya. Oleh karena itu pada era globalisasi ini, orang tua harus sigap menanamkan Pendidikan karakter kepada anak dari usia dini, anak harus diajarkan bagaimana untuk bersikap, mencari informasi, mempertanggung jawabkan suatu hal, dan lain sebagainya.
Oleh karena itulah, penanaman pendidikan karakter di dalam keluarga menjadi sangat penting terutama pada era globalisasi ini, keluarga adalah orang yang berinteraksi paling lama dengan anak dan keluarga juga merupakan salah satu aspek yang memiliki peran untuk membimbing anak menjadi pribadi yang baik dari segi akhlak, adab, etika, maupun moral
Anak tanpa bimbingan dan pengawasan orang tua maka akan sulit untuknya menemukan mana yang baik dan mana yang buruk, karena itulah orang tua sebagai madrasah pertama dan orang yang selalu berinteraksi dengan anak harus melakukan pendekatan dan komunikasi yang baik dengan anak agar anak tidak sungkan untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan dan orang tua harus menjadi pendengar serta penasihat yang baik untuk anak. Dengan ini orang tua akan lebih mudah untuk mengawasi anak dan anak lebih mudah untuk menerima nilai-nilai Pendidikan karakter yang diberikan oleh orang tuanya.
REFERENSI
Agnes. (2020). Untuk Apa Aku Mengenal Pendidikan. Jawa Barat : GuePedia
Ahmad Khoiri, dkk. (2023). Konsep Dasar Sistem Pendidikan. Batam : Yayasan Cendikia Mulia Mandiri
Akhmad Ramli, dkk. (2022). Pengantar Manajemen Pendidikan. Palembang: Bening Media Publishing.
Andi Fitriani, dkk. (2024). Buku Ajar Pendidikan Karakter. Jambi : PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Evy Clara, dkk. (2020). Sosiologi Keluarga. Jakarta Timur : UNJ Press.
Fadilah, dkk. (2021). Pendidikan Karakter. Jawa Timur : CV Agrapana Media.
Muhammad Yaumi. (2014). Pendidikan Karakter : Landasan, Pilar, dan Impelementasi. Jakarta : Kencana.
Komentar
Posting Komentar